MENGAMBIL I’TIBAR DARI PRISTIWA BOM MASJID CIREBON
Ada-ada saja pristiwa yang terjadi akhir-akhir ini , tindak kriminalitas di dunia ini semakin meningkat ada yang berupa pembunuhan, pencabulan, pemerkosaan dan masih hangat berita ini adanya bom masjid yang dilakukan oleh seorang muslim sebutlah syarif namanya , yaitu seusai dia melakukan shalat jum’at di masjid tanpa dicurigai oleh jama’ah shalat yang lain begitu saja terjadi ledakan bom yang sangat mengagetkan jama’ah shalat saat itu. Sehingga menimbulkan banyak korban yang luka-luka . apa yang menyebabkan sarif melakukan bom bunuh diri ini?
Sepintas ketika melihat foto syarif seakan-akan dia bukan orang normal dan punya kelainan dari segi psikisnya benarkah itu? Ada info yang mengatakan pula bahwa syarif mempunyai istri dan sedang hamil apakah dia tidak memikirkan masa depan anaknya kelak? Apakah dia juga tidak berpikir bahwa perbuatannya akan membuat banyak orang jadi korban dan cemas terutama bagi orang islam?
Terpintas di benak saya apakah syarif menganggap mungkin ini adalah bentuk jihad ? Apakah boleh jihad dilakukan dengan mengakibatkan banyak madhorot (bahaya) dan mengorbankan muslim lain ? dalam Al-qur’an disebutkan :
“wa jaahiduu fillaahi haqqo jihaadih”
Dan berjihadlah karena Allah dengan sebaik-baiknya jihad.
Allah sang pencipta alam menyuruh umat islam untuk berjihad konteksnya adalah memerangi orang-orang kafir bukan memerangi kalangan kita sendiri yaitu orang-orang islam. Sekarang kita korelasikan dengan perbuatan yang dilakukan oleh syarif yang nama lengkapnya adalah Muchamad Syarif Astanagarif mari kita bandingkan antara madhorot (bahaya) dan mafsadahnya(manfaatnya). Termasuk manfaatnya : sesuai dengan kesaksian ayahnya yang bernama Abdul Ghofur mengatakan bahwa “ Anaknya telah banyak berubah semenjak dia ikut sekelompok aliran islam garis keras sejak tahun 2009 yang lalu “ walaupun ayahnya pun tidak tahu siapa mereka yang membuat anaknya jadi seperti itu . kalau kita memandang dengan kacama ketaatan dalam beragama syarif termasuk baik karena semenjak dia ikut aliran tersebut dia benar-benar berubah baik dari cara berpakaianya yang semula biasa-biasa saja dia mulai memakai jubah, dan menfokuskan hidupnya untuk jihad di jalan Allah (menurut prespektifnya dan golongan aliran keras tadi) . tapi dari segi madhorot (dampak negative) dari perbuatanya yaitu bom bunuh diri di masjid Adz-Dzikro Cirebon juga lebih banyak : rasa perhatian terhadap anak yang ada di kandungan istrinya ketika di tinggal oleh sosok ayah, korban-korban lain yang terluka disebabkan bom tersebut yang tidak berdosa, kerusakan masjid sebagai rumah Allah, pandangan orang non muslim terhadap muslim tentunya akan membuat pandangan mereka terhdap islam adalah agama yang keras dan banyak lagi yang lainya.
Melihat fenomena ini kita harus bisa mengambil I’tibar (hikmah ) di balik kejadian ini dan harus lebih hati-hati terhadap pendidikan agama terhadap generasi bangsa ini, karena dengan perkembangan zaman ini berkembang pula golongan-golongan sesat yang salah faham dalam mengartikan maksud perintah Allah dalam Al-qur’an khususnya dalam masalah jihad karena tidak didasari bekal agama yang kuat sejak kecil, apa hikmah yang bisa kita petik dari kejadian bom bunuh diri yang dilakukan oleh Syarif ini, diantaranya:
1. Sebagai orang tua kita harus membekali anak-anak kita dengan dasar agama yang kuat sejak kecil sehingga ketika tumbuh besar mereka tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran sesat yang ada karena dasar agama mereka yang sudah kuat dan tahu manakah aliran yang benar dan salah sesuai dengan perintah Allah SWT.
2. Jangan salah dalam mengartikan makna jihad , jangan sampai kita memaknahi jihad dengan mengenyampingkan mashlahah(kebaikan) yang lain. Jihad itu memang berorientasi untuk meluhurkan agama Allah di muka bumi ini untuk menghilangkan segala kemungkaran yang ada di bumi tapi caranya bukan berarti dengan mengorbankan nyawa orang lain, menimbulkan kerusakan-kerusakan di bumi, dan merugikan banyak orang . akan tetapi dengan jalan damai .
3. Semua permasalahan dalam masyarakat mari kita cari solusinya dengan jalan musyawarah, bukan dengan pertumpahan darah dan kekerasan yang lainya.
4. Jangan mudah percaya dengan golongan-golongan yang telah banyak muncul di zaman ini meskipun secara dzahirnya (penampilanya) mereka layaknya orang-orang yang sangat mendalam ilmunya dalam agama islam tidak berarti mereka benar dan harus kita benarkan seluruh dakwah-dakwanya, dengan cara kita harus bisa menfilter manakah yang benar kita ikuti dan manakah yang tidak layak untuk kita ikuti.
5. Bersatu untuk bersama-bersama menciptakan ketentraman hidup beragama , dengan tidak hanya mengutamakan hubungan baik kita kepada pencipta akan tetapi juga kita harus memperhatikan bagaiman kita bermu’amalah (berhubungan) dalam masyarakat intinya antara hubungan kita pada sang pencipta dan kepada makhluk Allah harus balance (seimbang).
6. Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kita ambil dari pristiwa bom masjid ini.
Kemudian jika kita menilik kehidupan para mahasiswa dan mahasiswi penerus bangsa bagaimana peran kita dalam menanggapi permasalahan masyarakat tersebut? Apakah kita hanya menjadi pengamat keadaan sosial masyarakat tanpa melakukan hal apapun? Tidak yang bisa kita lakukan dalam membantu meminimalisir persoalan-persoalan adalah sebagai berikut:
1. Menyadari bahwa kita adalah generasi penerus bangsa dan juga bisa berperan untuk bangsa walaupun tidak dengan mendapatkan jabatan tinggi di dalam pemerintah. Yaitu dengan semangat belajar, salaing tolong menolong antar sesama,saling menasihati antar sesama dalam kebaikan.
2. Mempunyai perhatian besar terhadap persoalan agama meskipun pada kenyataanya kita tidak mendalami pengetahun agama di bangku kuliah yaitu dengan rajin dan semangat dalam menggali ilmu agama dimanapun, kapanpun dan dari siapapun dengan menfilter terlebih dahulu manakah yang perlu kita ikuti dan tidak.
3. Jadilah mahasiswa dan mahasiswi yang pekah terhadap persoalan masyarakat, tidak menutup mata, menutup diri dalam ikut serta memikirkan solusi permasalahan-permasalahan tersebut.
4. Dst
Demikian mungkin tanggapan kami dalam memandang permasalahan bom masjid di Cirebon moga bangsa ini kedepanya lebih baik . Amin.
DATA DIRI
Nama : Nurul Hikmah, SS
TTL : Gresik, 08 Agustus 1988
Alamat rumah : Jl. Manunggal 2 Ngampel Manyar Gresik
Alamat Malang : Jl. Gajayana 50 Dinoyo Malang Ma’had Sunan Ampel Al-‘aly UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Status : Mahasiswi pascasarjana UIN MALIKI Malang
Hp : 085755048590
Tidak ada komentar:
Posting Komentar